Resiliensi Dinamika Perkembangan Emosional Remaja Terdampak Relokasi Pascabencana Lumpur Lapindo
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.17741969Keywords:
Lumpur Lapindo, remaja, relokasi, resiliensi, Psychological First Aid, kesehatan mentalAbstract
Bencana Lumpur Lapindo di Sidoarjo sejak 2006 tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kehilangan tempat tinggal, tetapi juga berdampak mendalam terhadap kondisi psikologis remaja yang menjadi korban relokasi. Pada masa perkembangan identitas, remaja harus menghadapi kehilangan rumah, komunitas, serta stabilitas sosial, yang memicu kecemasan, isolasi sosial, penurunan motivasi belajar, dan kebingungan identitas. Tulisan ini bertujuan mengkaji dampak psikologis relokasi terhadap remaja korban Lumpur Lapindo serta menelaah peran resiliensi dan Psychological First Aid (PFA) dalam mendukung pemulihan mereka. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif analitis terhadap berbagai penelitian tentang relokasi, perkembangan remaja, resiliensi, dan intervensi PFA. Hasil kajian menunjukkan bahwa remaja yang tidak mendapat dukungan psikososial memadai berisiko mengalami gangguan hubungan sosial, rendah diri, dan pandangan negatif terhadap masa depan. Sebaliknya, resiliensi dapat diperkuat melalui dukungan keluarga, komunitas, keterlibatan dalam aktivitas positif, serta penerapan PFA yang menekankan rasa aman, ketenangan, koneksi sosial, penguatan kemampuan diri, dan optimisme. Program berbasis sekolah, peran guru dan konselor, serta pendekatan partisipatif berbasis komunitas menjadi kunci pemulihan yang lebih berkelanjutan. Kesimpulannya, penanganan korban relokasi harus memadukan kebijakan fisik dan sosial dengan intervensi psikologis yang berfokus pada penguatan resiliensi remaja.
Downloads
References
BNPB (2021) Data Bencana Nasional Tahun 2021. https://bnpb.go.id
Erikson, E.H. (dalam Santrock, J.W.) (2011) Psikologi Perkembangan: Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Handayani, D. (2018) ‘Dampak Jangka Panjang Relokasi terhadap Remaja Pasca Bencana’,
Jurnal Psikologi Sosial, 10(2), pp. 87–96.
Hidayati, S. (2017) ‘Gangguan Emosional Remaja Korban Lumpur Lapindo yang Mengalami Relokasi’, Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 6(1), pp. 55–64.
Kusumasari, B. (2015) ‘Dampak Sosial Relokasi Korban Bencana Alam’, Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 19(3), pp. 234–246.
Lestari, N. (2022) ‘Peran Guru dalam Pemulihan Psikologis Remaja Pasca Bencana Alam’,
Jurnal Pendidikan dan Konseling, 8(1), pp. 44–53.
Prasetyo, A. (2019) ‘Peran Media Kreatif dalam Rehabilitasi Psikososial Remaja Pasca Relokasi’, Jurnal Intervensi Psikologi, 11(2), pp. 101–110.
Rizki, A. (2021) ‘Model Bottom-Up dalam Kebijakan Pemulihan Pascabencana: Studi Lapangan di Sidoarjo’, Jurnal Administrasi Publik Indonesia, 8(4), pp. 230–241.
Santrock, J.W. (2011) Psikologi Perkembangan: Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Sulastri, M. (2020) ‘Transisi Sosial-Ekonomi Warga Korban Lapindo Pascarelokasi’, Jurnal Sosiologi Indonesia, 5(1), pp. 72–83.
Suharto, E. (2020) ‘Dinamika Keluarga dalam Konteks Pascabencana’, Jurnal Kesejahteraan Sosial, 19(2), pp. 120–132.
Verywell Health (2022) Psychological First Aid: How It's Used. Available at: https://www.verywellhealth.com/psychological-first-aid-5210291
Wulandari, T. (2019) ‘Kecemasan dan Depresi pada Remaja Korban Bencana Alam dan Relokasi’, Jurnal Psikologi Indonesia, 16(2), pp. 134–142.
.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dwi Aulia Anjani (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.






