Edukasi Hak Anak dan Keselamatan Remaja melalui Program ROOTS di SMP Negeri 1 Dewantara

Authors

  • Juwita Sahputri Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh Author
  • Teuku Azhari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Malikussaleh Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.22074393

Keywords:

batasan diri, hak anak, keselamatan remaja, pencegahan kekerasan, pengabdian masyarakat

Abstract

Kekerasan terhadap anak dan remaja memerlukan pencegahan sejak di lingkungan sekolah. Keterbatasan pemahaman tentang hak anak, batasan pribadi, keterbukaan, dan cara mencari pertolongan dapat meningkatkan kerentanan remaja dalam situasi yang tidak aman. Program ROOTS (Rights, Ownership, Openness, & Teen Safety) bertujuan memberikan edukasi sesuai usia mengenai empat unsur perlindungan diri tersebut. Kegiatan dilaksanakan oleh SCORA CIMSA Universitas Malikussaleh bersama GenRe Lhokseumawe pada 4 April 2026 di SMP Negeri 1 Dewantara kepada 30 siswa kelas IX. Pelaksanaan meliputi pembagian kelompok, edukasi dan interaksi selama 175 menit, serta penutupan. Evaluasi menggunakan data dokumenter berupa keterlaksanaan agenda, jangkauan, durasi, kemitraan, dan kesesuaian materi dengan tujuan. Seluruh rangkaian inti terlaksana dan menjangkau 30 peserta melalui kolaborasi mahasiswa, organisasi remaja, dan sekolah. Namun, laporan tidak memuat instrumen pretest–posttest, ukuran perubahan pengetahuan, penilaian keterampilan, atau tindak lanjut. Program dapat dinilai terlaksana dan layak sebagai edukasi preventif, tetapi efektivitas terhadap pengetahuan dan perilaku belum dapat disimpulkan. Pelaksanaan berikutnya memerlukan indikator hasil tervalidasi, prosedur rujukan aman, dan evaluasi tindak lanjut.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Goldfarb, E. S., & Lieberman, L. D. (2021). Three decades of research: The case for comprehensive sex education. Journal of Adolescent Health, 68(1), 13–27. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth. 2020.07.036

Indonesia, U. (2026). Child protection: Keeping children safe from violence, neglect, and exploitation. UNICEF Indonesia. https://www.unicef.org/indonesia/child-protection

Organization, W. H. (2016). INSPIRE: Seven strategies for ending violence against children. World Health Organization. https://iris.who.int/handle/10665/207717

Organization, W. H. (2019). School-based violence prevention: A practical handbook. World Health Organization. https://iris.who.int/handle/10665/324930

Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023 Tentang Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Di Lingkungan Satuan Pendidikan (2023). https://peraturan.bpk.go.id/Details/285721/permendikbudriset-no-46-

UNICEF. (2026). Violence against children. UNICEF Data. https://data.unicef.org/topic/child-protection/violence/

Walsh, K., Zwi, K., Woolfenden, S., & Shlonsky, A. (2015). School-based education programs for the prevention of child sexual abuse. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2015(4), CD004380. https://doi.org/10.1002/14651858.CD004380.pub3

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Edukasi Hak Anak dan Keselamatan Remaja melalui Program ROOTS di SMP Negeri 1 Dewantara. (2026). Dedikasi Mandiri Nusantara, 2(3), 104-113. https://doi.org/10.5281/zenodo.22074393

Similar Articles

21-30 of 40

You may also start an advanced similarity search for this article.