Edukasi Bahasa Sebagai Bukti Digital Melalui Literasi Linguistik Forensik Dalam Membangun Tanggung Jawab Berbahasa Pada Siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Gorontalo

Authors

  • Jefriyanto Saud Universitas Negeri Gorontalo Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.21325428

Keywords:

Linguistik Forensik, literasi digital, bukti digital, media sosial, pendidikan karakter

Abstract

Perkembangan media sosial telah meningkatkan intensitas komunikasi digital di kalangan remaja, namun belum sepenuhnya diikuti oleh pemahaman mengenai etika berbahasa, jejak digital, dan implikasi hukum dari penggunaan bahasa di ruang digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital peserta didik melalui pengenalan konsep Linguistik Forensik dengan tema Bahasa sebagai Bukti Digital dan Tanggung Jawab Berbahasa di Media Sosial. Kegiatan dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Gorontalo menggunakan pendekatan seminar edukatif partisipatif yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode pembelajaran memadukan ceramah interaktif, analisis studi kasus autentik dari media sosial, diskusi kelompok, refleksi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya transformasi pemahaman peserta terhadap konsep Linguistik Forensik, bahasa sebagai bukti digital, serta kemampuan mengidentifikasi bentuk-bentuk penyalahgunaan bahasa seperti cyberbullying, ujaran kebencian (hate speech), hoaks, dan pencemaran nama baik. Peserta juga mulai memahami bahwa komentar, chat, caption, story, dan status pada media sosial merupakan bentuk komunikasi digital yang meninggalkan jejak digital dan dapat menjadi alat bukti dalam perspektif Linguistik Forensik apabila berkaitan dengan suatu perkara hukum. Selain meningkatkan literasi digital, kegiatan ini memperkuat pendidikan karakter melalui tumbuhnya kesadaran akan pentingnya penggunaan bahasa yang santun, kritis, etis, dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi Linguistik Forensik dalam program literasi digital memberikan pendekatan edukatif yang kontekstual dan berpotensi direplikasi pada satuan pendidikan lain sebagai upaya membangun budaya komunikasi digital yang aman, berkarakter, dan sadar hukum.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Coulthard, M., Johnson, A., & Wright, D. (2017). An introduction to forensic linguistics: Language in evidence (2nd ed.). Routledge.

Hariadi, J., Wilsa, W., Nucifera, P., et al. (2024). Pelatihan linguistik forensik di SMP Muhammadiyah Kuala Simpang: Strategi efektif pencegahan hoaks. Jurnal Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat. https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/dedikasi/article/view/16795

Jannah, R., & Soraya, I. (2020). Implementasi nilai-nilai pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah menengah di Surabaya. Repository UIN Sunan Ampel Surabaya. http://repository.uinsa.ac.id/id/eprint/2828/

Joharsah, J., Kartika, R., et al. (2025). Analisis linguistik forensik sebagai alat bukti dalam kasus cyberbullying oleh Generasi Z: Perspektif literasi hukum. Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. https://ejournal.uinmadura.ac.id/index.php/ghancaran/article/view/21727

Mahaly, S. (2024). Psikologi pendidikan. Tahta Media Group.

McMenamin, G. R. (2002). Forensic linguistics: Advances in forensic stylistics. CRC Press.

Novitasari, N. F., Lailiyah, S., Firdaus, A. Y., et al. (2024). Pengenalan linguistik forensik sebagai upaya peningkatan kesadaran bermedia sosial. Prosiding Seminar Nasional SDGs. https://unars.ac.id/ojs/index.php/prosidingSDGs/article/view/4865

Olsson, J. (2008). Forensic linguistics (2nd ed.). Continuum International Publishing Group.

Panggabean, S., Lestari, F. D., et al. (2024). Penguatan kecerdasan linguistik forensik Bhabinkamtibmas dalam mencegah defamasi bahasa dengan muatan dugaan intoleransi di media sosial. JPMA: Jurnal Pengabdian Masyarakat As-Salam. https://www.jurnal-assalam.org/index.php/JPMA/article/view/835

Parwanti, S., & Reri, F. (2025). Penyuluhan cyber crime bagi siswa SMA Muhammadiyah 3 Palembang: Upaya memahami makna kejahatan berbahasa. Jurnal PKM Linggau: Jurnal Pengabdian Masyarakat. https://jurnal.lp3mkil.or.id/index.php/pkml/article/view/903

Septiani, S. (2023). Bab 4: Pembelajaran abad ke-21. Dalam Karakteristik Peserta Didik dan Pembelajaran Abad ke-21.

Yunidar, Y., Suputra, G. K. A., Tahir, M., et al. (2024). Pencegahan perundungan melalui literasi edukasi pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP di Kota Palu. Monsuan: Jurnal Pengabdian Masyarakat. https://lonsuit.unismuhluwuk.ac.id/monsuan/article/view/3545

Downloads

Published

2026-06-23

How to Cite

Edukasi Bahasa Sebagai Bukti Digital Melalui Literasi Linguistik Forensik Dalam Membangun Tanggung Jawab Berbahasa Pada Siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Gorontalo. (2026). Dedikasi Mandiri Nusantara, 2(3), 28-41. https://doi.org/10.5281/zenodo.21325428

Similar Articles

1-10 of 26

You may also start an advanced similarity search for this article.