Penguatan Literasi Argumentatif Melalui Pelatihan Debat Bagi Siswa SMA Islam Terpadu Bina Insan Palu
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.21194013Keywords:
literasi argumentatif, debat, berpikir kritis, komunikasi, pengabdian kepada masyarakatAbstract
Kemampuan literasi argumentatif merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik pada abad ke-21. Literasi argumentatif tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyampaikan pendapat, tetapi juga mencakup kemampuan menganalisis informasi, mengevaluasi bukti, menyusun alasan yang logis, serta mempertahankan gagasan secara santun berdasarkan data yang valid. Kenyataannya, masih banyak siswa sekolah menengah atas yang mengalami kesulitan dalam menyampaikan argumentasi secara sistematis karena minimnya pengalaman berlatih berpikir kritis dan berbicara di depan umum. Kondisi tersebut juga ditemukan pada siswa SMA Islam Terpadu Bina Insan Palu. Sebagian besar siswa menunjukkan keberanian berbicara yang cukup baik, namun kualitas argumentasi yang dibangun masih bersifat deskriptif, belum didukung fakta, serta kurang memperhatikan struktur penalaran yang logis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi argumentatif siswa melalui pelatihan debat yang dirancang secara partisipatif. Metode pelaksanaan terdiri atas tahap identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan sekolah, penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, simulasi debat, pendampingan, evaluasi, dan refleksi. Pelatihan diikuti oleh 40 siswa yang berasal dari kelas X dan XI dengan pendekatan pembelajaran aktif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi debat, praktik argumentasi, serta pemberian umpan balik secara langsung. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest, lembar observasi keterampilan argumentatif, serta angket respons peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menyusun klaim, memberikan alasan yang logis, menggunakan data sebagai bukti pendukung, menyampaikan sanggahan secara santun, dan menarik kesimpulan yang relevan. Nilai rata-rata peserta mengalami peningkatan dari kategori sedang menjadi kategori tinggi. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, keterampilan komunikasi, serta kemampuan berpikir kritis selama proses debat berlangsung. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan debat merupakan strategi yang efektif dalam memperkuat literasi argumentatif siswa sekolah menengah atas. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah.
Downloads
References
Anderson, T., & Krathwohl, D. R. (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom's taxonomy of educational objectives. Longman.
Brookfield, S. D. (2017). Becoming a critically reflective teacher (2nd ed.). Jossey-Bass.
Facione, P. A. (2015). Critical thinking: What it is and why it counts. Insight Assessment.
Fisher, A. (2021). Critical thinking: An introduction (3rd ed.). Cambridge University Press.
Graham, S. (2019). Changing how writing is taught. Review of Research in Education, 43(1), 277–303.
Hake, R. R. (1999). Analyzing change/gain scores. Indiana University.
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2019). Joining together: Group theory and group skills (12th ed.). Pearson.
Kemendikbudristek. (2022). Panduan implementasi Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kemendikbudristek. (2022). Profil Pelajar Pancasila. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kuhn, D. (1991). The skills of argument. Cambridge University Press.
Mercer, N. (2019). Language and the joint creation of knowledge. Cambridge University Press.
Nussbaum, E. M. (2008). Using argumentation Vee diagrams to enhance critical thinking. Educational Psychology Review, 20(3), 239–255.
Osborne, J. (2016). Arguing to learn in science. Routledge.
Paul, R., & Elder, L. (2020). The miniature guide to critical thinking concepts and tools. Foundation for Critical Thinking.
Permendikbud Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020–2024.
Pratiwi, N. (2021). Penguatan budaya literasi di sekolah melalui pembelajaran berbasis proyek. Jurnal Pendidikan Indonesia, 10(2), 145–156.
Slavin, R. E. (2020). Educational psychology: Theory and practice (13th ed.). Pearson.
Sudjana, N. (2019). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Remaja Rosdakarya.
Suparno. (2020). Keterampilan berbicara. Universitas Terbuka.
Toulmin, S. (2003). The uses of argument (Updated ed.). Cambridge University Press.
Trianto. (2021). Model pembelajaran inovatif berorientasi konstruktivistik. Prestasi Pustaka.
Walton, D. (2006). Fundamentals of critical argumentation. Cambridge University Press.
Wijayanti, D., & Rahmawati, N. (2022). Peningkatan kemampuan berpikir kritis melalui model debat aktif pada siswa SMA. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(2), 101–112.
Yamin, M. (2020). Strategi pembelajaran berbasis kompetensi. Gaung Persada Press.
Zare, P., & Othman, M. (2015). Classroom debate as a systematic teaching strategy. World Applied Sciences Journal, 28(11), 1506–1513.






