Ketentuan Perkawinan Wanita Hamil dalam Hukum Islam (Analisis Terhadap Pasal 53 Kompilasi Hukum Islam Prespektif Maqasid Syariah)

Authors

  • Firliani Fakultas Agama Islam, Universitas Muslim Indonesia Author
  • Said Syarifuddin Fakultas Agama Islam, Universitas Muslim Indonesia Author
  • Martini Fakultas Agama Islam, Universitas Muslim Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.18840316

Keywords:

Ketentuan pasal 53 kompilasi hukum islam, Prespektif maqasid syari’ah (masalah uamat)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketentuan perkawinan wanita hamil perspektif pasal 53 kompilasi hukum islam dan mengetahui ekhsistensi perkawinan Wanita hamil prespektif pasal 53 kompilasi hukum islam. Penelitian ini termasuk dalam penelitian hukum normatif (kepustakaan), yaitu penelitian yang difokuskan untuk mengkaji norma-norma hukum positif (pasal 53 kompilasi hukum islam). Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yuridis normatif dengan pendekatan maslahat, yang bertujuan untuk mengumpulkan sumber data melalui analisis terhadap pasal 53 Kompilasi Hukum Islam. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ketentuan kawin hamil dalam kompilasi hukum islam yang telah dijelaskan dalam pasal 53 yaitu: a) seorang wanita hamil diluar nikah, dapat dikawinkan dengan pria yang menghamilinya; b) perkawinan dengan wanita hamil yang disebut pada ayat (1) dapat dilangsungkan tanpa menunggu lebih dahulu kelahiran anaknya; c) dengan dilangsungkannya perkawinan pada saat wanita hamil, tidak diperlukan perkawinan ulang setelah anak yang dikandung lahir. Ketika ketentuan kawin hamil dalam pasal 53 khi dikaitkan dengan maqashid syari’ah, tentu akan berkaitan pula dengan lima unsur kemaslahatan pokok. keberadaan agama, jiwa, akal, keturunan dan harta yang disebut dengan lima unsur pokok kemaslahatan, dikaitkan dengan kelompok peringkat daruriyyat, hajiyyat dan tahsiniyyat, kemudian dijadikan analisis keberlakuan ketentuan pasal 53 KHI.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman. (n.d.). Kompilasi hukum Islam di Indonesia. Jakarta: Akademia Pressindo.

Afridawati, A. (2022). Stratifikasi al-maqashid al-khamsah (agama, jiwa, akal, keturunan dan harta). Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum. https://doi.org/10.32694/qst.v6i2.1231

Al-Ghazali. (n.d.). Al-Mustashfa: Rujukan utama ushul fikih. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

Al-Syathibi, A. I. I. M. (n.d.). Al-Muwafaqat fi usul al-syari’ah. Beirut: Dar al-Ma’arif.

Azzam, A. A. M., & Hawwas, A. W. S. (2011). Fiqh munakahat: Khitbah, nikah dan talak (A. M. Khon, Trans.). Jakarta: Amzah.

Az-Zuhaili, W. (1986). Usul al-fiqh al-Islami. Damaskus: Dar al-Fikr.

Bahri, A. S. (2021). Status pernikahan wanita hamil di luar nikah dalam perspektif imam mazhab, KHI dan UU No 1 Tahun 1974. Jurnal Ar-Risalah, 1(2), 103–115.

Badruddin, A., & Maulana, A. (2020). Analisis Pasal 53 Kompilasi Hukum Islam tentang perkawinan wanita hamil perspektif maqashid syari’ah. Hikamuna: Jurnal Kajian Hukum Islam, 5(2), 132–148.

Baedah, B., Abu, S. S., Raehana, S., & Hamid, N. F. (2025). Pandangan syari’at Islam tentang hari sial untuk melangsungkan pernikahan. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(12), 9013–9019.

Djamil, F. (1995). Metode ijtihad Majlis Tarjih Muhammadiyah. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Djamil, F. (n.d.). Filsafat hukum Islam. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Fadhli, M. F. (2023). Penerapan konsep maqashid asy-syari'ah menurut Imam al-Ghazali dan Imam asy-Syathibi dalam inferensi hukum Islam kontemporer. Jurnal Studi Islam dan Barat, 1(1), 63–91. https://doi.org/10.21111/jios.v1i1.5

Faisol, S. A., & Hikmiyah, H. H. (2024). Menimbang kembali regulasi kawin hamil di Indonesia. As-Sakinah Journal of Islamic Family Law, 2(1), 23–42. https://doi.org/10.55210/jhki.v1i2.337

Fathoni, M. N., Angkasa, N., & Tarmizi, T. (2023). Kawin hamil perspektif mazhab fikih, kompilasi hukum Islam dan maqāshid syarī’ah (Sebuah kajian komprehensif). Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 3(1), 68–80. https://doi.org/10.32332/syakhshiyyah.v3i1.6797

Ghazali, A. R. (2003). Fiqh munakahat. Jakarta: Kencana.

Gunawan, G. (2023). Kebolehan menikahi wanita hamil dalam Pasal 53 Kompilasi Hukum Islam (Analisis teori maqashid syari’ah). Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam, 9(1), 28–40. https://doi.org/10.61817/ittihad.v9i1.84

Hamiyuddin, H. (2019). Kedudukan anak di luar nikah di Indonesia. Musawa: Journal for Gender Studies. https://doi.org/10.24239/msw.v10i1.391

Harahap, Y. (2016). Materi kompilasi hukum Islam. Jakarta: Sinar Grafika.

Hidayat, R. E. (2022). Problematika kawin hamil dalam hukum keluarga. El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law, 3(1), 50–60. https://doi.org/10.24042/el-izdiwaj.v3i1.12327

Humaidillah, M. (n.d.). Akad nikah wanita hamil dan anaknya. Jakarta: Gema Insani.

Jauhar, A. A. M. H. (2013). Maqashid syariah. Jakarta: Amzah.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (n.d.). Al-Qur’an dan terjemahannya. Jakarta: Proyek Pengadaan Kitab Suci Al-Qur’an.

Maloko, M. T., & Sanusi, N. T. (2022). Perkawinan wanita hamil dengan yang bukan menghamilinya menurut Imam Malik dan Syafi'i. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, 532–545.

Mayangsari, G. N. K., & Noor, H. H. (2014). Konsep maqashid al-syariah dalam menentukan hukum Islam: Perspektif Al-Syatibi dan Jasser Auda. Al-Iqtishadiyah, 1(1), 63–138.

Moleong, L. J. (2005). Metodologi penelitian kualitatif (Cet. XXI). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Republik Indonesia. (1974). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Jakarta: Sekretariat Negara.

Republik Indonesia. (2015). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Surabaya: Sinaraindo Utama.

Sabiq, S. (1404 H). Fiqh al-sunnah (Jilid 2). Damaskus: Dar al-Fiqr.

Sanusi, N. T. (2016). Pattongko’siri’ (Menikahi wanita yang hamil karena zina) dalam hukum Islam. PUSAKA, 4(2), 225–239.

Tauzirie, R. G., & Amalia. (2022). Analisis pelaksanaan pernikahan wanita hamil di luar nikah kompilasi hukum Islam Pasal 53. Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Hukum Ekonomi Syariah, 1(1), 53–71. https://doi.org/10.69768/ji.v1i1.5

Zulkarnain, N. T., & Hidayat, A. (2023). Status anak zina dalam perspektif hukum Islam dan positif di Indonesia. QANUN: Jurnal Hukum dan Kajian Islam, 2(1), 228–237.

Zuhaili, W. (1985). Al-fiqh al-Islami wa adillatuhu (Jilid 7). Damaskus: Dar al-Fiqr.

Downloads

Published

2026-03-02

How to Cite

Ketentuan Perkawinan Wanita Hamil dalam Hukum Islam (Analisis Terhadap Pasal 53 Kompilasi Hukum Islam Prespektif Maqasid Syariah). (2026). Jurnal Riksa Cendikia Nusantara, 2(3). https://doi.org/10.5281/zenodo.18840316

Similar Articles

41-50 of 89

You may also start an advanced similarity search for this article.