Dampak Psikologis Erupsi Gunung Berapi Pada Komunitas Lokal
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.17114046Keywords:
erupsi, Psikologis, ResiliensiAbstract
Erupsi gunung berapi merupakan salah satu bencana alam yang memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, baik secara fisik, sosial, maupun psikologis. Kehilangan orang terkasih, harta benda, hingga perubahan lingkungan sering menimbulkan tekanan mental berupa depresi, kecemasan, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak psikologis erupsi Gunung Merapi terhadap komunitas lokal serta upaya mitigasi yang dilakukan masyarakat dalam menghadapi bencana. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber akademik dan laporan resmi terkait bencana erupsi dan dampak psikososialnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa perempuan dan kelompok usia paruh baya lebih rentan mengalami gangguan psikologis dibandingkan kelompok lain, sementara anak-anak dan remaja juga menunjukkan gejala depresi, kecemasan, dan menarik diri dari lingkungan sosial. Dukungan sosial dari keluarga, komunitas, dan lembaga pendidikan berperan penting dalam mempercepat pemulihan. Selain itu, inisiatif lokal seperti Radio Lintas Merapi, Organisasi Penanggulangan Bencana (OPRB), dan BUMDes terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan, memberikan edukasi, serta memperkuat resiliensi masyarakat. Kesimpulannya, pemulihan psikologis pascabencana membutuhkan sinergi antara dukungan sosial, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat untuk membangun ketahanan jangka panjang.
Downloads
References
Balai Penyelidikan dan Pengembangan teknologi Kegunungapian. Karakteristik Gunung Merapi. http://www.merapi.bgl.esdm.go.id/pub/page.php?idx=11 (Diakses pada 13 Maret 2019).
Farooqui, M., et al. (2017). Transtorno do estresse pós-traumático: Complicação séria pós-terremoto. Trends in Psychiatry and Psychotherapy, 39(2), 135–143.
JRKI. 2019. Manfaat Radio Komunitas untuk Pendidikan Mitigasi Merapi. https://jrki.or.id/manfaatkan-radio-komunitas-untuk-pendidikan-mitigasi-merapi/ (Diakses pada 13 Maret 2019).
Sorensen, John H, Sorensen, Barbara Voght, 2006, Community Processes: Warning and Evacuationdalam Rodriguez, Havidan, Qaurantelli, Enrico l, Dynes, Rusell, Handbook of Disaster Research, Springer Science + Business Media, LLC, USA.
Mercer, Jessica, Kelman, Ilan & Dekens, Julie (2009), Integrating Indigenues and Scientific Knowledge For Disaster Risk Reduction, dalam Takeuchi, Yukiko, Sharma, Anshu, Shaw Rajib, Natural Disaster Research, Prediction and Mitigation Series, Nova SciencePublishers, Inc New York.
Nugroho, A. (2018). Pengembangan model pembelajaran mitigasi bencana gunung meletus di sekolah dasar lereng Gunung Slamet. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 1(2), 131– 137.
Rusmiyati, C., & Hikmawati, E. (2012). Penanganan dampak sosial psikologis korban bencana Merapi. Sosio Informa, 17(2), 97–110.
Shultz, J. M., et al. (2013). Psychological impacts of natural disasters. In [Nama Editor/Eds. (jika ada)], Encyclopedia of Earth Sciences Series (hlm. 779–791).
Kharisma Syaharani, T. (2025). Resiliensi Komunitas pada Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Merapi. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, 10(1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rahmatillah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





