Penguatan Kesiapsiagaan Stakeholder Dalam Pengurangan Risiko Bencana Gempa Bumi
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.17114007Keywords:
Kesiapsiagaan, Gempa Bumi, StakeholderAbstract
Indonesia merupakan salah satu negara dengan risiko tinggi terhadap gempa bumi karena letaknya di jalur Cincin Api Pasifik. Rentetan gempa besar dalam dekade terakhir, seperti Lombok dan Palu pada 2018, menunjukkan masih lemahnya manajemen bencana, ditandai dengan banyaknya korban jiwa, kerugian ekonomi, serta dampak sosial yang meluas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya penguatan kesiapsiagaan stakeholder dalam pengurangan risiko bencana gempa bumi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelaahan jurnal, laporan resmi, dan dokumen kebijakan terkait kesiapsiagaan komunitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan stakeholder, khususnya pemerintah, masyarakat, dan sekolah, sangat berperan dalam menekan jumlah korban jiwa serta kerugian fisik maupun psikologis. Faktor penting yang perlu diperkuat meliputi perencanaan kedaruratan, sistem peringatan dini, kualitas infrastruktur, serta mobilisasi sumber daya. Selain itu, pelatihan simulasi, kampung siaga bencana, dan integrasi pendidikan kebencanaan di sekolah terbukti meningkatkan kesiapsiagaan komunitas. Kesimpulannya, penguatan kesiapsiagaan stakeholder berbasis komunitas menjadi strategi utama dalam mengurangi risiko bencana gempa bumi dan membangun masyarakat yang lebih tangguh.
Downloads
References
Habibullah. (2013). Kebijakan penanggulangan bencana berbasis komunitas: kampung siaga bencana dan desa/kelurahan tangguh bencana. Vol. 18, No 2, Hal. 133- 150.
Hermon, Dedi (2014). Geografi Bencana Alam. Jakarta: Radja Grafindo Persada Press.
Husna, Cut. (2012). Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapsiagaan bencana di RSUDZA Banda Aceh. Idea Nursing Journal. Vol. 3, No. 2. Hal. 10-19.
Nurhadi., Suparmini., Ashari, A. (2018). Strategi penghidupan masyarakat pasca erupsi 2010 kaitannya dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana berikutnya. Majalah Geografi Indonesia. Vol. 32, No. 1, hal. 59-67.
Anam, K., Mutholib, A., Setiyawan, F., Andini, B, A., & Sefniwati, S. (2018). Kesiapan institusi lokal dalam menghadapi bencana tsunami: Studi kasus Kelurahan Air Manis dan Kelurahan Purus, Kota Padang. Jurnal Wilayah dan Lingkungan. Vol.6, No.1, hal.15-29.
Kurniayanti, Mizam Ari. (2012). Peran tenaga kesehatan dalam penanganan manajemen bencana”, Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, Vol. 01, No. 01, h. 85-92, Agustus 2012.
Newsdetik.com. (2019). https://news.detik.com/berita/424 7077/dikritik-fahri-ini- datapenanganan-gempa-lombok-daribnpb. Diunduh tanggal 28 April 2019.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ananda Nurisyahadah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





