Pelatihan Guru Sekolah Dasar untuk Pemertahanan Bahasa Daerah Berbasis Kearifan Lokal

Authors

  • Moon Hidayati Otoluwa Universitas Negeri Gorontalo Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.21382790

Keywords:

pemertahanan bahasa daerah, sekolah dasar, kearifan lokal, pendidikan multibahasa, pelatihan guru

Abstract

Bahasa daerah merupakan salah satu warisan budaya yang berperan penting dalam menjaga identitas, kearifan lokal, dan keberagaman budaya bangsa. Namun, penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda terus mengalami penurunan akibat pengaruh globalisasi, dominasi bahasa Indonesia dan bahasa asing, serta minimnya implementasi pembelajaran bahasa daerah di sekolah dasar. Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengintegrasikan bahasa daerah ke dalam proses pembelajaran melalui pendekatan berbasis kearifan lokal dan pendidikan multibahasa. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, dan evaluasi melalui observasi serta penilaian hasil kerja peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan mampu meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan sikap positif guru dalam mengembangkan pembelajaran bahasa daerah yang kontekstual dan inovatif. Guru juga mampu menyusun media dan perangkat pembelajaran yang memanfaatkan budaya lokal sebagai sumber belajar. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kapasitas guru sekaligus mendukung upaya pemertahanan bahasa daerah melalui pendidikan dasar secara berkelanjutan sehingga pelestarian bahasa daerah dapat diwujudkan sejak usia dini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ambarwati, R., Ningsih, N. A., Kuswardani, Y., Putra, B. A., Ervianza, S., Pramudya, R. S., & Mawardi, M. I. K. (2025). Penguatan literasi bahasa Inggris siswa sekolah dasar melalui story book berbasis local wisdom menuju Madiun Smart City. International Journal of Community Service Learning, 9(1), 11–19.

Aritonang, B. (2016). Kriteria vitalitas bahasa Talondo. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 5(1), 8–24. https://doi.org/10.26499/rnh.v5i1.34

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2023). Bahasa dan peta bahasa di Indonesia. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Crystal, D. (2000). Language death. Cambridge University Press.

Darmurtika, L. A., Ibrahim, T., Rafsanjani, A., Komala, Y., Agustina, F., & Hayatunnufus. (2025). Pemertahanan bahasa Sasak di tengah modernitas pada sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Telaah, 10(1), 54–60.

Firnandha, D., Dwiutari, A., Desitriani, & Wukungsenggo, Y. (2025). Penguatan penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan multibahasa pada siswa SD Negeri 4 Soni. Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 1(1), 17–25.

Fishman, J. A. (1991). Reversing language shift: Theoretical and empirical foundations of assistance to threatened languages. Multilingual Matters.

Fitriana, E., et al. (2025). Mahasiswa UMS lestarikan bahasa krama dan aksara Jawa dengan inovasi teknologi untuk siswa SD. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Kaban, H. D. K. (2025, May 26). Wamendikdasmen usul sekolah ajarkan bahasa daerah sejak awal SD. ANTARA News.

UNESCO. (2003). Language vitality and endangerment. UNESCO Ad Hoc Expert Group on Endangered Languages.

UNESCO. (2003). Convention for the safeguarding of the intangible cultural heritage. UNESCO.

Yunita, M. S. (2025). Pendidikan multibahasa di sekolah dasar: Upaya menumbuhkan identitas dan kompetensi berbahasa sejak dini. Universitas Negeri Surabaya.

Downloads

Published

2026-04-28

How to Cite

Pelatihan Guru Sekolah Dasar untuk Pemertahanan Bahasa Daerah Berbasis Kearifan Lokal. (2026). Dedikasi Mandiri Nusantara, 2(2), 13-18. https://doi.org/10.5281/zenodo.21382790

Similar Articles

11-20 of 30

You may also start an advanced similarity search for this article.