Focus Group Discussion sebagai Strategi Revitalisasi Bahasa Gorontalo melalui Pengembangan Buku Ajar
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.21325510Keywords:
Bahasa Gorontalo, Focus Group Discussion, buku ajar, revitalisasi bahasa, pendidikan formalAbstract
Bahasa Gorontalo merupakan salah satu bahasa daerah yang menghadapi ancaman penurunan jumlah penutur, terutama di kalangan generasi muda. Rendahnya penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, belum tersedianya buku ajar yang sesuai untuk jenjang Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK), serta belum optimalnya kolaborasi antar-pemangku kepentingan menjadi alasan penting dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Kegiatan bertujuan merumuskan strategi revitalisasi Bahasa Gorontalo melalui pengembangan buku ajar berbasis kolaborasi. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan guru SMA/SMK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, serta akademisi. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan FGD, perumusan rekomendasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya kesepakatan bersama mengenai pentingnya pengembangan buku ajar Bahasa Gorontalo sebagai muatan lokal pada jenjang SMA/SMK, penguatan sinergi antarinstansi, serta penyusunan rekomendasi sebagai dasar pengembangan pembelajaran bahasa daerah. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan sekaligus menjadi langkah awal implementasi revitalisasi Bahasa Gorontalo melalui pendidikan formal secara berkelanjutant.
Downloads
References
Husain, H., et al. (2019). Using learning strategy of English for young learners to create the textbook of Gorontalo language for elementary school as an effort to maintain Gorontalo cultures. International Journal of Learning and Development.
Ntelu, N., et al. (2025). Language vitality of Gorontalo language based on UNESCO language vitality indicators. GEMA Online® Journal of Language Studies.
Otoluwa, M. H., et al. (2016). Language maintenance through local content curriculum: The case of Gorontalo language. International Journal of Language Education and Culture Review.
Rahardini, S., & Niswah, F. (2022). Revitalisasi bahasa daerah sebagai upaya pelestarian budaya lokal. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra.
UNESCO. (2003). Language vitality and endangerment. UNESCO Ad Hoc Expert Group on Endangered Languages.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2021). Pemakaian bahasa daerah generasi milenial dalam ranah keluarga di Provinsi Gorontalo. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kemendikbudristek. (2024). Program revitalisasi bahasa daerah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Crystal, D. (2000). Language death. Cambridge University Press.
Mulyasa, E. (2007). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.






