Penanggulangan Bencana Banjir dan Dampak Psikologis Bagi Masyarakat

Authors

  • Najwa Safhira Universitas Malikussaleh Author
  • Wheny Utariningsih Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh Author

DOI:

https://doi.org/10.5281/zenodo.22015866

Keywords:

banjir, dampak psikologis, resiliensi, dukungan sosial

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia akibat kondisi geografis, perubahan tata ruang, degradasi lingkungan, serta curah hujan tinggi yang melebihi kapasitas penampungan air. Fenomena banjir, terutama pada wilayah rawan, tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian material, tetapi juga memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi masyarakat. Kondisi ini diperparah oleh hilangnya lingkungan tempat tinggal, terganggunya aktivitas ekonomi, serta ancaman keselamatan yang berulang setiap terjadinya banjir. Dampak psikologis yang muncul antara lain stres, kecemasan, depresi, trauma, gangguan tidur, hingga risiko gangguan stres pascatrauma. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir seringkali harus mengembangkan strategi adaptasi untuk mengurangi beban psikologis, termasuk membangun resiliensi dan memanfaatkan dukungan sosial dari keluarga maupun komunitas. Resiliensi berperan penting dalam membantu individu bangkit dari situasi sulit, menjaga stabilitas emosi, serta kembali menjalankan aktivitas setelah bencana. Dukungan sosial juga menjadi faktor protektif yang membuat korban merasa diperhatikan, dihargai, dan tidak menghadapi bencana secara sendirian. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan dampak psikologis banjir, faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan mental korban, serta pentingnya dukungan sosial dalam proses pemulihan. Dengan memahami dinamika ini, diharapkan berbagai upaya penanggulangan bencana dapat mencakup aspek psikologis sehingga mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anwaruddin, H. (2017). Dukungan sosial dan Kecerdasan emosi dengan Resiliensi korban banjir. Jurnal Psikologi Indonesia, 6(1).

Anggara, B., Idris, A., & Hasanah, N. (2019). Penanggulangan Bnecana Banjir Oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah( BPBD) Di Kabupaten Berau. Ejournal ilmu pemerintah, 879-890.

Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi. 2006. Buletin Laporan Perkembangan Penanganan Bencana Gempa Bumi Di Jogjakarta dan Jawa Tengah, No. 32, 3 Juli 2006,

Balahanti, R., Mononimbar, W., & Gosal, P. H. (2023). Analisis Tingkat Kerentanan Banjir di Kecamatan Singkil Kota Manado. Jurnal Spasial , 69-79.

Idati, L. M., Magribi, L. M., & Lakawa, I. (2022). Analisis Banjir, Faktor Penyebab Dan Prioritas Penanganan Sungai Anduonuhu. Aultra Civil Engineering Journal, 54-71.

Jainurakhma, Janes. Lestari, K. Y. R. D. et al. (2022). Dampak Psikologis Bencana Dan Dampak Bencana Terhadap Kesehatan (Keperawatan Bencana Dan Kegawatdaruratan : Teori Dan Penerapan). December.

Ningrum, A. S., & Br. Ginting, K. (2020). Strategi penanganan banjir berbasis mitigasi bencana di kawasan rawan bencana banjir di daerah aliran sungan seulalah kota Langsa. Geography science education explored journal, 6-13.

Udori, A., & Miranti. (2019). Upaya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penanggulangan bencana banjir. Jurnal politik dan pemerintahan daerah , 85-94.

Reivich, K., & Shatte, A. (2002). The resilience factor 7 essential skills for overcoming life’s inevitable obstacles. New York: Random House, Inc.

Zakiah, E., Rosalinda, I., & Mauna. (2021). Gambaran post traumatic stress disorder (ptsd) pada penyitas banjir. Jurnal penelitian dan pengukuran psikologi, 42-50.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Penanggulangan Bencana Banjir dan Dampak Psikologis Bagi Masyarakat. (2026). Jurnal Riksa Cendikia Nusantara, 2(2). https://doi.org/10.5281/zenodo.22015866

Similar Articles

21-30 of 39

You may also start an advanced similarity search for this article.