Mitigasi Meningkatkan Kesadaran Risiko dan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi

Authors

  • Annisa Gusmawati Siregar Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh Author

Keywords:

mitigasi bencana, hidrometeorologi, kesadaran risiko

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, kekeringan, dan angin puting beliung, di mana lebih dari 80% kejadian bencana setiap tahun berasal dari kategori ini. Namun, rendahnya kesadaran risiko, lemahnya persepsi bahaya, serta minimnya keterlibatan masyarakat dalam mitigasi menyebabkan dampak bencana tetap tinggi. Tulisan ini bertujuan mengkaji peran mitigasi dalam meningkatkan kesadaran risiko dan memperkuat penanggulangan bencana hidrometeorologi melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pendekatan psikologis. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif analitis terhadap berbagai penelitian terkait kebijakan mitigasi, pendidikan kebencanaan, persepsi risiko, self-efficacy, dan resiliensi komunitas. Hasil kajian menunjukkan bahwa mitigasi efektif bila tidak hanya berfokus pada aspek struktural seperti tata ruang dan infrastruktur, tetapi juga menyentuh dimensi psikososial melalui edukasi berbasis pengalaman, simulasi bencana, pelatihan komunitas siaga bencana, serta penguatan keyakinan masyarakat bahwa tindakan mereka berdampak pada pengurangan risiko. Pendekatan psikologis seperti teori motivasi proteksi dan konsep resiliensi komunitas berperan penting dan am membentuk budaya sadar risiko. Kesimpulannya, mitigasi bencana hidrometeorologi harus diintegrasikan dengan strategi peningkatan kesadaran risiko dan penguatan kapasitas psikologis masyarakat secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice-Hall.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2022). Data Bencana di Indonesia Tahun 2022. BNPB.

Bonanno, G. A., Westphal, M., & Mancini, A. D. (2010). Resilience to loss and potential trauma. Annual Review of Clinical Psychology, 6(1), 511–532.

Komariah, A., & Suryani, N. (2020). Efektivitas pendidikan kebencanaan berbasis simulasi dalam meningkatkan kesiapan siswa menghadapi bencana. Jurnal Psikologi Indonesia, 15(2), 112-125.

Komendantova, N., Battaglini, A., & Linnerooth-Bayer, J. (2021). Participatory Approaches to Disaster Risk Reduction: From Theory to Practice. Springer.

Paton, D. (2003). Disaster preparedness: A social-cognitive perspective. Disaster Prevention and Management, 12(3), 210-218.

Riski, A., & Suryani, N. (2019). Peran resiliensi psikologis dalam kesiapan menghadapi bencana pada masyarakat. Jurnal Psikologi Bencana, 8(1), 45-58.

Rogers, R. W. (1975). A protection motivation theory of fear appeals and attitude change. Journal of Personality and Social Psychology, 31(3), 93–104.

Ronan, K. R., & Johnston, D. M. (2005). Behavioural earthquakes: A guide for understanding and preparing for earthquakes. Taylor & Francis.

Setiawan, B., et al. (2020). Mitigasi Bencana Hidrometeorologi di Indonesia. Penerbit Universitas.

Shiwaku, K., Shaw, R., Kandel, R. C., & Nawarathna, L. S. (2016). Community-based disaster risk reduction: Lessons from Asia. Springer.

Slovic, P. (1987). Perception of risk. Science, 236(4799), 280–285.

Tedeschi, R. G., & Calhoun, L. G. (2004). "Posttraumatic growth: Conceptual foundations and empirical evidence". Psychological Inquiry, 15(1), 1–18.

Downloads

Published

2025-12-03

How to Cite

Mitigasi Meningkatkan Kesadaran Risiko dan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi. (2025). Jurnal Riksa Cendikia Nusantara, 1(3). https://ejournal.lembagarisetmandirinusantara.or.id/index.php/jrcn/article/view/31