Ketahanan Mental Masyarakat Pesisir Terhadap Banjir Rob
DOI:
https://doi.org/10.5281/zenodo.17114021Keywords:
banjir rob, psikologi, ketahananAbstract
Perubahan iklim global meningkatkan risiko bencana ekologis, salah satunya banjir rob yang kerap melanda wilayah pesisir Indonesia. Fenomena ini tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan mental masyarakat. Stres, kecemasan, trauma, hingga gangguan stres pascatrauma (PTSD) banyak dialami korban, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, remaja, dan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak psikologis banjir rob serta strategi yang dapat memperkuat ketahanan mental masyarakat pesisir. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai penelitian dan laporan terkait banjir rob dan aspek psikososialnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa dukungan sosial, religiusitas, resiliensi komunitas, serta intervensi psikososial seperti Psychological First Aid (PFA) dan terapi digital terbukti efektif dalam membantu pemulihan. Selain itu, adaptasi masyarakat berupa pembangunan rumah panggung, relokasi, hingga perubahan mata pencaharian juga berkontribusi terhadap ketahanan menghadapi bencana. Kesimpulannya, ketahanan mental masyarakat pesisir memerlukan dukungan berlapis, baik melalui penguatan sosial, kebijakan pemerintah, maupun intervensi psikologis
Downloads
References
Aulady, M.F.N. & Syahputra, D.A., 2024. Dampak banjir rob terhadap pemukiman di Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik. Prosiding Seminar Nasional Ketekniksipilan Bidang Vokasional, 3(1), pp.10–17.
BMKG, 2025. Peringatan dini banjir rob. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Hidayah, N. & Jamil, N., 2024. Intervensi digital terapi SEFT terhadap gangguan kecemasan pada remaja pasca bencana banjir rob di pinggiran Sungai Kapuas wilayah kerja Puskesmas Tambelan Sampit. Sci-tech Journal, 3(3), pp.245–254.
Jannah, S.N. & Rohmatun, R., 2020. Hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi pada penyintas banjir rob Tambak Lorok. Proyeksi, 13(1), pp.1–12.
Karana, R.C. & Suprihardjo, R., 2013. Mitigasi bencana banjir rob di Jakarta Utara. Jurnal Teknik ITS, 2(1), pp.C31–C36.
Mussadun, M., Kurniawati, W. & Nugraha, M.F., 2019. Adaptasi masyarakat pesisir Gang Banjar Kampung Melayu Semarang terhadap banjir rob. Jurnal Pengembangan Kota, 7(2), pp.111–119.
Nurdiantoro, D. & Arsandrie, Y., 2020. Dampak banjir rob terhadap permukiman di Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Prosiding Seminar Ilmiah Arsitektur (SIAR), pp.286–295.
Nusantara, B.A., Munawaroh, E., Amin, Z.N. & Nugraheni, E.P., 2023. Peningkatan kapasitas desa tangguh bencana banjir melalui pelatihan Psychological First Aid. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), pp.227–234.
Rusmariana, A., 2020. Identifikasi trauma dampak rob pada anak di Kabupaten Pekalongan. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 13(2), pp.123–128.
Taurina, S., Khotimah, H. & Hisyam, B.N., 2023. Sikap dalam menghadapi banjir rob pada lansia (usia 45–65 tahun) di pesisir Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo. TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora, 4(3), pp.157–166.
Wibisono, W. & Hut, S., 2020. Strategi penataan ruang berbasis mitigasi bencana berdasarkan tingkat kerentanan wilayah pesisir Kota Bandar Lampung dari bahaya banjir rob (Studi kasus: Kelurahan Kangkung, Kelurahan Bumiwaras dan Kelurahan Sukaraja). Institut Teknologi Sumatera. Available at: http://repo.itera.ac.id
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Bella Aditia (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





